Intervensi Artikulasi Pada CLP (Cleft lip & palate)

ilustrasi_clp
ilustrasi

Oleh: Rexsy Taruna

Celah (cleft) secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana ditemukannya abnormalitas pada struktur. Jika terjadi celah pada bibir dan langit-langit, itu artinya adanya abnormalitas pada struktur bibir dan sekaligus struktur langit-langit. Celah dapat terjadi satu sisi (unilateral) atau dua sisi (bilateral). Abnormalitas ini terjadi akibat adanya masalah pada masa kehamilan, biasanya saat usia kandungan 0-3 bulan.

Ketika diidentifikasi saat masa kehamilan dan anak telah terlahir dengan kondisi CLP, terapis wicara akan bekerja dalam kerangka (framework) tim interdisciplinary CLP, yakni cleft surgeon, orthodontist, orang tua, terapis wicara, dll. Terapis wicara akan melakukan asesmen dan intervensi pada kemampuan feeding, wicara (misalnya, artikulasi) dan bahasa.

Di dalam tulisan ini, saya akan fokuskan pada pembahasan intervensi artikulasi. Beberapa literatur menyatakan bahwa teknik yang digunakan dalam intervensi artikulasi tidak sangat berbeda dari teknik yang digunakan pada populasi lain (Kummer, 2008; Hegde, 2001). Misalnya teknik stimulus approach, sensory-motor approach, dan auditory conceptualization approach. Ketiga teknik ini secara umum didasari dengan teori psikolinguistik, dimana latihan auditori harus didahului sebelum latihan produksi (Michelle, Joy, dan Bill, 2005). Beberapa prinsip umum intervensi artikulasi telah dijelaskan oleh Curtis & Mary (2007), antara lain adalah: (1) eliminasi penyebab (misalnya, operasi celah), (2) latihan auditori, (3) latihan produksi, (4) transferensi atau generalisasi, dan (4) pemeliharaan atau habituasi.

Selain prinsip umum intervensi artikulasi, beberapa literatur merekomendasikan intervensi artikulasi sebagai berikut:
Ann W. Kummer (2008)
• Mulailah dari produksi kosonan yang dapat diamati (visible)
• Mulailah dari konsonan voiceless dan kemudian tambahkan konsonan voicing
• Untuk setiap fonem, latih kemampuan diskriminasi auditori (dan visual) dari produksi bunyi yang benar versus yang salah
• Saat anak mampu produksi secara isolasi, tingkatkan menjadi suku kata, kata (posisi awal, medial, dan akhir), dan kemudian kalimat
Hegde (2001)
• Mulailah dari produksi kosonan yang dapat diamati (visible)
• Latih konsonan stops dan fricatives terlebih dahulu
• Tunda latihan konsonan dorsovelar saat fungsi velofaringeal inadekuat

Referensi

  1. Ann W. Kummer. Cleft palate and craniofacial anomalies: the effects on speech and resonance. USA : Thomson Delmar Learning. 2008.
  2. Curtis, Mary. Clinical Management of Articulatory and Phonologic Disorders. 2007.
  3. Hegde. Hegde’s pocketGuide to assessment in speech language pathology, 2nd ed. Canada : Singular. 2001.
  4. Michelle, Joy, Bill. Phonological therapy within a psycholinguistic framework: Promoting change in a child with persisting speech difficulties. Int J Lang Commun Disord. Apr-Jun;40(2):189-220. 2005.

Related Post